Jurus Mencari Jodoh
Ditulis oleh bank_al di/pada Februari 8, 2008
Berkat adanya YM, aku seringkali dicurhati teman-teman perempuan yg kepingin punya pasangan namun kebingungan bagaimana caranya mencari jodoh. Salah satu diantaranya, sebut saja namanya Lady, mengaku bahwa dia tinggal di sebuah daerah yg terpencil sehingga semua laki-laki yang mendapatkannya menjadi minder dan mundur. Banyak laki2 yg dikenalkan pada Lady, namun semua mundur teratur ketika mengetahui Lady ini pintar dan berpendidikan tinggi.
Tidak hanya Lady, ternyata Ndek dan teman2nya juga mengalami hal yg serupa sehingga frustasi. Tentu saja ke-frustasi-an ini bukan karena tidak ada laki2 yang mendekati. Banyak laki2 yang mendekatinya, namun sialnya yg datang itu belum ada yg cocok dengan kriteria pria idaman yang dinanti2kan.
Kisah Lady ini mengingatkanku tentang masalah yg pernah aku hadapi juga beberapa tahun yang lalu. Aku lihat teman-teman yg kesulitan mencari jodoh ini bukan karena tidak ada laki2 yg tertarik pada mereka. Hanya saja mereka berada dalam kolam yang salah.
Ah, jadi ingat tulisan yg pernah aku tulis di tahun 2004, dan mungkin ada baiknya aku angetin lagi di sini.
Jurus pertama: “Anda mungkin saja bisa mencari ikan dengan memancing di sungai, kolam ikan, danau, ataupun bak mandi. Namun jika anda ingin lebih mudah mendapat ikan, pergilah ke kolam pemancingan yg ikan2nya sedang kelaparan.”
Kedengerannya jurus di atas itu simple banget, tapi seringkali orang tak sadar bahwa sebenarnya mereka sedang memancing di bak mandi dan berharap mendapat ikan. Begitu banyak orang yg mengeluh sulitnya mendapatkan jodoh, hanya karena masalah simple, mereka tidak berada di tempat pria/wanita idaman berada.
Lingkungan adalah sebuah faktor yg sangat berpengaruh atas sulit atau mudahnya seseorang mencari jodoh. Seringkali kita tak sadar bahwa kita telah berada pada lingkungan yg tidak mendukung untuk mendapatkan jodoh. Namun karena kita tak menyadari itu, maka kita tidak pernah berpikir untuk mencari lingkungan baru yg akan memudahkan kita mencari jodoh.
Contoh saja: mahasiswa yg kuliah di fakultas teknik.
Pada kebanyakan jurusan di fakultas teknik, jumlah mahasiswi sangat sedikit sekali dibandingkan dengan mahasiswa. Oleh karena itu, para bujang lapuk yg sekolah di fakultas teknik, kebanyakan sulit sekali mencari pasangan, wong temennya laki2 semua. Cilakanya, setelah lulus si alumni fakultas teknik ini menjadi kuli (seperti saya), sering bertugas di tengah laut, dan ketemunya batangan lagi batangan lagi. Akibatnya, peluang untuk bertemu si pujaan hati sangatlah kecil.
Saya mempunyai seorang teman yg cukup ganteng dan diidolai banyak wanita. Si teman ini pernah mengeluh seperti ini,”Susah juga ya nyari jodoh. Yg naksir gue sih banyak, tapi nggak ada yg cocok sama kriteria gue. Begitu ada yg cocok sama kriteria gue, eh dianya yg nggak mau sama gue. Jadinya bagaimana dong ?” Ada lagi teman perempuanku yg lagi ditaksir cowok bule bertanya padaku,”Bang, aku ditaksir cowok bule. Dia orangnya perhatian, kaya, pinter, siap menikah dan pokoknya ndak ada kurangnya deh. Anehnya hati gue nggak sreg aja tuk menerima lamaran dia. Sementara cowok2 yg lain nggak ada yg memenuhi kriteria gue. Gue mesti gimana dong Bang ?”
Kedua temanku itu mengalami masalah itu karena mereka berada pada “tempat” yg salah. Mereka berada pada lingkungan di mana pasangan pujaan yg memenuhi kriteria mereka tak banyak ada di situ.
Coba deh kalau si cowok itu berada di tempat yg banyak wanita yg sesuai dengan kriterianya. Peluang untuk mendapatkan satu dari mereka tentunya lebih mudah. Masak sih satu aja dari yg banyak itu ndak ada yg gayung bersambut ?
Demikian juga dengan si cewek. Andai dia berada pada lingkungan yg banyak laki2 kritrianya, maka dia akan punya banyak pilihan. Masak sih satu dari banyak itu ndak ada yg mengena di hati ?
Untuk menerapkan “jurus cari jodoh I” ini, langkah2 yg harus dilakukan adalah:
- Menentukan kriteria pasangan yg kita inginkan.
- memikirkan kira2 di mana orang2 seperti ini banyak ditemukan.
- memasuki lingkungan itu dan mencari di sana.
Contoh praktis adalah pengalamanku dulu sewaktu mencari cinta. Sewaktu kuliah dulu kebanyakan temanku adalah laki2, karena aku kuliah di fakultas teknik, yg disebut juga dengan fakultas para hombreng. Setelah bekerja, di lingkungan kerja kebetulan ndak ada yg memenuhi kriteria, dan orang2 yg ada di kantor juga tak berubah banyak, sehingga temen kantor ya itu2 aja. Tentu saja ada beberapa tambahan kalau ada yg dipecat dan kemudian hired orang baru. Tapi tetep aja penambahan itu nggak signifikan. Jadi biarpun aku ganteng, pintar dan banyak yg naksir, tapi tetep aja sulit nyarinya, wong aku nyari ikan black ghost di dalam bak mandi, mana bisa ketemu ? (note: black ghost ini adalah ikan yg sangat cantik, harganya mahal, berasal dari sungai amazone)
Menyadari kondisi lingkungan ini, aku mulai menyadari bahwa aku butuh expansi. Aku mencari seorang wanita yg pintar, cantik dan berwawasan luas. Dengan kriteria itu, akhirnya aku masuk milis psikologi, milis alumni dan berbagai milis lainnya yg aku perkirakan banyak wanita seperti itu berada. Aku juga sempat ikutan kurus bahasa perancis di Salemba (di depan UI) dengan alasan yg sama. Selain senang belajar bahasa, aku memperkirakan ada banyak mahasiswi UI yg tentunya pintar2 (dan mungkin juga cantik) akan ikutan kursus tersebut.
Walhasil, faktor lingkungan ini memang banyak membantuku.
Di kursus perancis perkiraanku salah. Di situ memang ada yg memenuhi kriteria, tapi sudah not available. Dan isi kelas perancis ndak akan berubah sampai naik kelas. Jadi aku harus menunggu naik kelas dulu baru dapat teman baru. Dan aku memutuskan tempat ini bukan tempat yg cocok.
Di milis alumni, ceritanya berbeda. Anggotanya berubah terus dan sebagian besar lulusan UGM, jadi kriteria pintar sudah pada lewat deh, cuma tinggal kriteria2 lainnya. Walhasil ada beberapa yg dilihat2 trus ndak jadi dilanjutin, ada yg dijalanin sedikit terus nggak cocok, ada yg dijalanin cukup lama dan gagal juga, dan berbagai pengalaman lainnya. Namun bagaimanapun, aku tak pernah lagi kekurangan stock, ndak seperti sewaktu aku “berada di bak mandi” dulu.
Akhirnya aku pun menemukan yg terbaik, sangat sesuai dengan kriteriaku, lebih dari yg pernah ada, dan sekarang telah menjadi istriku.
Demikanlah kiranya tayanganku tentang jurus mencari jodoh nombor I ini, yg intinya adalah: “Tentukan kriteria wanita/pria pilihan anda, dan masukilah lingkungan dimana mereka banyak ditemukan keberadaannya.”






Februari 8, 2008 pada 2:25 pm
pertamaxx

kalo buat perempuan masih berlaku gak menunggu jodoh?
ato musti ikut mencari juga?
Februari 8, 2008 pada 2:59 pm
@wennyyaulia: Berlaku dong Mbak. Menurut saya sih perempuan harus mencari juga. Mungkin style pencariannya saja yg agak beda.
Februari 8, 2008 pada 3:21 pm
bisa dipraktekkan itu
Februari 8, 2008 pada 5:45 pm
Bang, kok cuma 1 jurus? Penasaran nih jurus selanjutnya.
Februari 8, 2008 pada 7:21 pm
apa benar usaha mencari jodoh sama dg mencari rezeki??
apa jodoh harus dicari? katanya datang sendiri????!!!
Februari 8, 2008 pada 8:06 pm
Jurus 2 nya masih dipelajari.

Kayak maen game, baru level 1 lulusnya. Masih maen level 2.
Ntar klo level 2 dah lulus, jurus ke 2 baru keluar.
Februari 8, 2008 pada 8:10 pm
wah nie gurunya udah praktek lom????
udah berguru ma wong fei hung lom????
Februari 8, 2008 pada 8:30 pm
wah bagus juga tuh strateginya, bagi yang mau kenalan sama sy, atau sekedar cari relasi bisa kunjungi di website saya di http://www.subandono.blogspot.com
Februari 8, 2008 pada 9:31 pm
Ane coba, ane coba….
Target ane, mahasiswi kedokteran… Mohon restunya
*cium tangan bang Al*
Februari 8, 2008 pada 9:51 pm
jurus paling ampuh
hmm jodoh itu ditangan tuhan
wkakakka
salam kenal all
Februari 9, 2008 pada 12:35 am
biar katanya jodoh itu datang dengan sendirinya, bukan berarti jadi pasif…. hari gini, nggak apa apa kok kalau kaum perempuan punya inisiatif lebih dulu, yang penting caranya jangan kasar dan noeak. Karena pernah saya baca hasil suatu riset, bahwa ternyata kaum lelaki diam diam ternyata takut di tolak ketika menedekati perempuan.
Februari 9, 2008 pada 12:35 am
biar katanya jodoh itu datang dengan sendirinya, bukan berarti jadi pasif…. hari gini, nggak apa apa kok kalau kaum perempuan punya inisiatif lebih dulu, yang penting caranya jangan kasar dan noeak. Karena pernah saya baca hasil suatu riset, bahwa ternyata kaum lelaki diam diam ternyata takut di tolak ketika mendekati perempuan.
Februari 9, 2008 pada 1:18 am
To : adheenda
Lo bener banget dah… Kalo ngedeketin cewek ni jantung goyangnya kenceng banget. Diterima…. Ditolak…. Diterima… Ditolak….
“Kita temenan aja yah….”
“……………………………………”
Pediiiiihhhh…….
Februari 9, 2008 pada 2:05 am
Setuju dengan tipsnya tuh om, tapi nggak seperti saya yang masih ‘teori’…kalau bang al udah ketahuan hasilnya ya? :))
Februari 9, 2008 pada 2:26 am
sip bgt kuwi pak! Setuju saya! Capek ditolak, capek bosen, capek putus, ternyata krn salah strategi dan salah manajemen dalam percintaan… logikanya harus jalan jg sih dalam mencari jodoh, gak cuma emosi doank, hehehe
Februari 9, 2008 pada 3:20 am
Gue naksir cew psikologi yg kerja satu perusahaan, tp g berani ngungkapin coz ntar pribadi gue malah dipelajari.
jueusnya gmn neh, perlu bertapa gak???
Februari 9, 2008 pada 7:37 am
gak seru
kita sebagai umat manusia seharusmya terus berdoa agar mendapat jodoh seperti sarah azhari
Februari 9, 2008 pada 7:48 am
Kalo buat ce’ style n jurus pencarianx gmn bank al?
Februari 9, 2008 pada 8:36 am
ini hanya salah satu cara kan?bukan satu-satunya cara….
Februari 9, 2008 pada 9:34 am
seru juga pak!
salam kenal.
Februari 9, 2008 pada 9:48 am
Somehow, yeah…it’s right….
Februari 9, 2008 pada 10:19 am
kayaknya ntar dateng sendiri deh…tidur2an aja di rumah…
Februari 9, 2008 pada 10:25 am
Kalao dalam bahasa jepangnya ” Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” ya kan Bank Al? Cinta pertama memang harus perlu bukti, karena susah terlupakan. apa bank buktinya?… Ama pacarku dah pacaran 8 thn, eh ujung2nya putus juga, aku cari dapet lgi, dan skrg dah nikah wlo cintanya tdk sprti cinta yg pacar1 tpi lama2 ama yg ke2 juga cinta. cuman ga bisa ngilangin rasa cinta yg 1. ingeeeeeeeeeeeeeeeeeeet terus,…… cinta memang akan tumbuh terus setelah menikah, karena di situ kta punya tanggung jawab. palagi klo dah pnya momongan, akan terasa lengkaplah sudah hidup dlm keluarga. semoga berkenan,……………………………….
Februari 9, 2008 pada 10:29 am
Hahahahaha… tips jitu banget tuh… Atau dengan ilustrasi lainnya.. kalau mau roti ya pergi ke toko roti jangan ke toko daging…
Februari 9, 2008 pada 10:50 am
Wah kok cocok sekali karena baru dua hari ini aku di mintain tolong sama rekan wanita saya di Garment yang belum dapat jodoh padahal omsetnya sekarang 235 juta/ bulannya.
Dia sudah pusing cari jodoh karena ingin berbagi aja intinya, supaya bisa senang dan pusing sama-sama.
Salam,
Cak Arif
Februari 9, 2008 pada 12:25 pm
wah patut dipraktekan nih kayaknya…..
Jadi banyak referensi buat jurus mencari jodoh..
Mungkin memang selama ini terlalu banyak mancing di air keruh jadi gk ada ikan yang cocok yang dicari..
nyarinya clown fish,eh malah dapet lele dumbo…
Februari 9, 2008 pada 10:35 pm
hehe.. lucu juga idenya..
mbok temen2 di YM situ dikenalkan dengan YM saya..
Februari 10, 2008 pada 8:27 am
Dapat darimana mas?
Bagus tuh!
hehehe
wass
hqmmuslim.blogspot.com
Februari 10, 2008 pada 10:25 am
lumayan lumayan…
sekarang gantian.. jujur lho…
udah dapat jodoh hasil dari pancingan kagak…?
Februari 11, 2008 pada 4:52 am
wah konklusinya mendukung teori kompetisi dan probabilitas bank!
Februari 14, 2008 pada 1:19 pm
hahahaha,, lucu bgt,, ditunggu tips berikutnya,,
Februari 17, 2008 pada 2:37 pm
menariknya, kita tyt bisa2 aja ketemu ama jodoh di tempat yg ndak disangka2. Law of attraction juga bisa berlaku lho pada perihal perjodohan
Februari 17, 2008 pada 11:47 pm
kok dari yang pernah aku baca jurus mencari jodoh kek.. jurus agar pasangan langgeng kek.. sekarang aku coba untuk buat postingan tentang jurus mutusin pacar
Februari 21, 2008 pada 4:11 pm
hiiiiii salam kenallll yach.
tips nya boleh juga huehehhe.
^_^
Februari 22, 2008 pada 5:32 pm
bener banget bang..misalnya pingin dapet cowok yang organisatoris ya di organisasi, kalau pingin yang kekar ya di tempat fitness kali yeee.hihihi
wah..bang al memang cerdas. dulu juga diterapin kayak gitu ya ke dindanya
hihihi..
Maret 4, 2008 pada 10:43 pm
oke juga tuh tip mencari jodoh, gak ada salah nya untuk dicoba
Maret 20, 2008 pada 4:39 pm
Hehehe…
Udah kuliahnya di Jl. Grafika No.2, nguli di “batangan company”, apes..apes…
Untung seberang Jl. Grafika JL Media, kekeke.
bank Al, ada gak jurus poligami? ..
mode on *ngabur, daripada benjol*
April 4, 2008 pada 6:28 pm
Saya sangat terkesan sekali dengan tulisan anda. memang benar lingkungan sangat berpengaruh dalam pencarian jodoh tetapi kadang kita sebagai perempuan memang serba sulit karena posisi kita lebih banyak menunggu.
Mei 6, 2008 pada 2:40 pm
bagus juga neh nggak ada salah nya dicoba, hayo siapa yang mau kenalan sama saya hee, …. keren,baik hati dan tidak sombong ” dikit promosi haaaaa…..”id saya di tagged iwan , YM/FS : setiafe2000@yahoo.com
salam kenal semua dan sukses selalu
Mei 12, 2008 pada 9:11 pm
klo mo cari ikan , ya pergi ke tempat yg banyak ikannya … dan jangan lupa siapkan alat penangkapnya.
kalo pengin dapatnya banyak , ya pake jaring or pukat harimau …
kalo peke pancing biasa paling dapetnya satu , satu dan satu .
Mei 30, 2008 pada 8:19 pm
weeks …
bisa-bisaan , dah lama gk punya cewek nih.
pengen nyobain jurus2nya, kayaknya sip banget …!
thx oks …
Juni 2, 2008 pada 3:41 pm
Wa…kena banget.Just divorce dari suami karena KDRT.Masih trauma tapi berusaha bangkit lagi.Anyone…mau jadi temanku…just prends dulu…Tq
Juni 26, 2008 pada 8:57 pm
Jurus menghilang ada ngak pak hehe
Juni 27, 2008 pada 5:03 pm
rupanya ikan dan wanita tidak bisa dipisahkan
***OOT***