Tertipu Hitungan Kartu Belanja Carrefour
Ditulis oleh bank_al di/pada Agustus 9, 2007
Aku terkejut ketika melihat besarnya item bunga pada tagihan Kartu Kredit GE (alias kartu belanja Carrefour). Pada bulan sebelumnya, aku memang tidak melunasi tagihan kartu kreditku karena pada saat itu tidak ingat secara pas berapa tagihan yang aku bayar sehingga aku bayar saja Rp 1.100.000. Dan ketika sampai di rumah, aku periksa kembali lembar tagihannya dan merasa tidak perlu melunasi sisanya bulan ini karena total tagihan hanya Rp 1.129.205 sehingga kekurangan pembayaran hanya Rp 29.205.
Lantas mengapa aku terkejut ? Karena ternyata bunga yang harus aku bayar Rp. 49.602. Hal ini sungguh diluar perkiraanku karena ketika aku bersedia berlangganan kartu ini dikatakan bunga hanya 3.5 persen. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa kekurangan Rp. 29.205 bisa menyebabkan aku harus membayar bunga 2 kali lipat dari kekurangan tersebut padahal katanya bunga hanya 3.5 persen dan bukan 100 persen.
Untuk menjawab pertanyaan ini, aku akhirnya memutuskan untuk mencari kejelasan dari Customer Service-nya GE Money. Pada saat pertama, aku tidak mendapatkan penjelasan yang mencukupi dari Customer Service. Dia pada prinsipnya mengatakan bahwa memang segitu yang harus di bayar dan tidak bisa menjelaskan bagaimana cara menghitungnya supaya bisa didapat demikian. Setelah aku kesal dengan pelayanan si staff tersebut, aku tutup telponnya dan aku coba hitung2 lagi dengan OpenOffice. Masih nggak ketemu juga, sehingga akhirnya aku telpon lagi si Customer Service. Kali ini aku dilayani oleh Mbak Nita, yg tampaknya lebih pintar dari staff sebelumnya sehingga mampu menjelaskan kepadaku mengapa aku bisa membayar sedemikian besar.
Rupanya, bunga itu tidak dihitung dari sisa uang yang belum dibayar, melainkan dari bunga harian seluruh transaksi yg pernah dilakukan. Oleh karena perhitungan demikian, aku harus membayar bunga seluruh transaksi dulu baru kemudian dikurangi dengan pembayaran yg aku lakukan. Dengan hitungan demikian, maka sia-sialah aku membayar hampir lunas pada sebelum tanggal jatuh tempo karena bunga masing-masing transaksi tetap dihitung dan ditagihkan sehingga menimbulkan angka yang menakjubkan tersebut.
Well, terus terang aku merasa tertipu dengan pernyataan bunga 3.5 persen tersebut, karena ternyata perhitungan bunga tidak sesimple iklannya. Aku tidak tahu apakah kartu kredit lain juga melakukan cara perhitungan yang sama. Namun aku terus terang belum pernah mendapatkan angka yang menakjubkan seperti ini karena aku memang terbiasa melunasi kartu kreditku tanpa sisa. Kali ini tidak terlunasi semua karena aku tidak teringat secara pasti angka tagihannya dan tidak mengira bahwa bunganya bisa sebesar itu.
Sebuah pelajaran berharga buatku untuk lebih hati-hati di lain kali dalam memahami bahasa matematika orang ekonomi. Jangan telah mentah-mentah saja iklannya, tapi minta algoritmanya bagaimana mereka menghitungnya jika tidak ingin kaget seperti pengalaman ini.






Agustus 9, 2007 pada 6:11 pm
ya itulah yg tidak terlihat dari sistem perhitungan bunga kartu kredit. That’s the way they make money.
Agustus 9, 2007 pada 6:12 pm
setuju…… minta algoritmanya.
Agustus 9, 2007 pada 11:09 pm
memang gitu
sistem kartu kredit
itu memeras konsumen, sampai semiskin miskinnya
solusinya, bayar tagihan lebih, semisal tagihan 100 ribu, bayar 200 ribu, bunga akan dikenakan minus, alias dia bayar ke kita
Agustus 9, 2007 pada 11:16 pm
Saya nggak ngerti cara menghitungnya dan nurut saja, tapi pakainya hati-hati.
Agustus 10, 2007 pada 2:08 am
Biasanya saat terima kartu kredit ada brosur yang dilengkapi tabel cara hitung bunga di halaman agak belakang dengan font yang agak kecil. Jadi ini yang harus dibaca baik-baik.
Agustus 10, 2007 pada 7:28 am
Setuju dengan Ephi, ada klausulnya.
Adalah kesalahan anda tidak mempelajarinya dengan seksama. Namun demikian, ada tips untuk anda.
1) Lunasi semua kartu kredit, dan tutup saja. Anda pakai kartu debit.
2) Kalau ngotot masih ingin pegang kartu kredit, anda harus kejam pada diri anda sendiri dengan hanya membelanjakan sebesar 30 % saja dari total income anda.
3) Pastikan jumlah tagihan anda tiap bulannya, lewat Billing Satatement. Kalo malas anda masih bisa menelepon Customer Service. Lihat dibalik kartu anda.
4) Bayarlah seluruh jumlah tagihan kartu kredit anda, sehingga anda tidak terkena bunga. Ingat, sistem mereka akan tetap menghitung “anda berhutang” sekalipun hanya Rp 1,-
5)Pelajari kapan jatuh tempo pembayaran, sehingga anda bisa “bermain” agar tidak seluruh tagihan tercatat bersamaan, dalam satu Billing Statement.
6) Hindari pebayaran kartu kredit dalam jumlah besar sekaligus, (contoh 1.100.000 yang anda lakukan). Pecahlah menjadi 6 transaksi, sehingga anda terhindar dari materai. Lumayan kan ?
Selamat berhutang…
Agustus 10, 2007 pada 7:45 am
#6 memang terhindar dari materai tapi anda akan bayar biaya transaksi yang saat ini sekitaran 10 ribu rupiah…. kecuali anda membayar menggunakan ATM melalui bank penerbit….
Biasanya saya melunasi dengan + 6000 Rupiah minimal…. untuk menghidari bulan depan ada tagihan lagi walaupun kita tidak pakai karena materai….. terutama untuk kartu kredit yang mengenakan biaya pembayaran…….
Agustus 10, 2007 pada 8:04 am
Penerbit credit card yang baik, biasanya akan memberikan booklet penjelasan tentang perhitungan bunga ketika pertama kali kita menerima kartu. Hanya saja, kita sering kali melewati keterangan tersebut dan berpikir simple.
Semua penerbit credit card menggunakan cara yang sama. Itulah yang membedakan antara credit card, charge card dan debet card. Ketika kita tidak membayar lunas seluruh outstanding .. maka kita dianggap belanja secara credit.
Perlu kita perhatikan nilai pemakaian dan nilai minimal pembayaran adalah beda. Jika kita membayar minimal pembayaran (biasanya 10% dari pemakaian) maka kita dianggap berbelanja secara credit dan otomatis sistem akan menghitung bunga sejak transaksi.
Oleh karena itu .. apapun alat pembayarannya, perlu diingat kata2 “BELANJA YANG BIJAK”
Agustus 10, 2007 pada 9:35 am
Kalau bisa jangan pakai deh..kartu kredit karena kebanyakan yang pakai akan mendapat kesulitan, semoga anda tidak.
Agustus 10, 2007 pada 10:13 am
#3: Mas Rendy, unfortunately sepertinya tidak demikian. Saya lebih sering bayar lebih daripada kurang. Dan nggak pernah tuh uang saya berbunga karena saya bayar lebih.
Agustus 10, 2007 pada 10:15 am
#4: Iya Pamaan, biasanya saya selalu melunasinya. Kali ini tidak lunas hanya karena lupa dan salah hitung karena “tertipu” statement bunga 3.5 persen itu.
Agustus 10, 2007 pada 10:20 am
#5. Setuju, anggap pernyataan di spanduk atau brosus itu adalah seperti Judul berita di koran murahan, yang kadang judul-nya “menipu:
#6. Terima kasih atas tips-nya. Seperti saya tulis di atas, saya membayar kurang hanya karena lupa dan “tertipu” iklannya. Biasanya saya selalu melunasi tagihan tanpa sisa.
Tulisan saya ini lebih ditujukan untuk berbagi pada teman-teman lain, yg mungkin juga tertipu oleh hitungan bunga kartu kredit. Buat saya pribadi, pengalaman ini sudah cukup untuk tak mengulanginya lagi.
Agustus 10, 2007 pada 10:26 am
#8: Sebagian orang memang berpikir simple karena membaca Iklan atau Tulisan utama Brosus yg menipu itu (seperti: bunga 3,5 persen dlsb). Dan jika memang penyedia jasa kartu Kredit memang berniat lebih baik lagi, sebetulnya bisa ditambahkan satu kalimat lagi,”Hati2 dengan perhitungan bunga. Baca dengan seksama.”
Dan angka sekian persen per bulan itu semestinya tidak ditulis, mengingat bunga dihitung bukan per bulan melainkan per hari. Ini juga bisa membuat pelanggan tertipu.
Agustus 10, 2007 pada 10:28 am
#9: Terus terang baru kali ini saya sedikit kesal karena menggunakan kartu kredit. Biasanya kartu kredit menguntungkan saya, karena saya tidak harus bawa cash ke mana-mana, dan saya selalu membayar lunas setiap bulan.
Agustus 10, 2007 pada 2:12 pm
kenapa sih mereka melakukan penipuan “lkasat mata” kayak gitu buat mencari pelanggan. toh tentu saja pada akhirnya pelanggannya malah akan kecewa dan jika beritanya ampe dipublikasikan seperti ini bukankah mereka sendiri yg rugi namanya tercoreng
Agustus 10, 2007 pada 2:48 pm
Aku pernah mengalami hal yang sama (kartu kredit) dan penjelasannya seperti coment Erander, kurang berapa pun tetep kredit. dan base perhitungannya bukan pada sisanya tetapi keseluruhan kredit bulan berjalan (akumulasi, jika kredit sebelumnya belum lunas). Kalau mau aman, deposit uang secukupnya dalam RKK (rekening kartu kredit) sebagai cadangan yang akan menutup kekurangan kecil-kecil yang sering terlewat tanpa sengaja (missed).
aku sekarang sedang menunggu waktu untuk menulis surat pembaca, ngaduin salah satu penerbit kartu kredit yang berjanji mengirim DVD player tetapi ditunggu-tunggu sampai waktu yang telah dijanjikan tetapi belum datang juga. padahal sudah memenuhi ketentuan yang berlaku (konfirmasi dari CS pas aku telp).
Agustus 10, 2007 pada 2:52 pm
Ga Klu merasa dirugiin jauh2 deh?
Agustus 10, 2007 pada 3:40 pm
Dari semua kartu kredit yg pernah saya miliki GE Finance memang yg paling mengecewakan dalam hal perlakuan ke nasabah/customer. Sekedar sharing, 2 tahun yg lalu pd hari tagihan jatuh tempo saya sedang berada di jakarta mengikuti pendidikan profesi. Pada saat ditelepon oleh mbak dari GE saya sedang dalam sesi ujian. Karena tidak mungkin melakukan pembayaran pada hari itu, saya katakan saja kalau memang harus didenda ya gak apa2 toh billing statement saya hanya +/- 400 ribuan.
‘Musibah’ pertama, pada hari itu - dari pagi +/- jam 10 sampai sore +/- 6 saya ditelepon oleh GE 6 kali dari nomor berbeda dan orang yg berbeda. Kordinasi kerja macam apa ini? ataukah ini salah satu modus intimidasi psikis dari GE?. Yg saya ingat saya tdk punya masalah dgn kewajiban bulanan di GE. HP tidak mungkin saya matikan karena sy tetap berkordinasi dgn kantor di cabang saya.
Kedua, setelah kembali ke cabang saya langsung berniat menutup kartu kredit GE. Saya ke kantornya dan harus menunggu selama 2 jam agar dapat dilayani langsung oleh Bag. Keuangannya. Tapi saya kaget ketika melihat jumlah yg harus sy selesaikan lebih besar +/- 200 ribu dibanding nilai dalam billing statement terakhir. Dan parahnya lagi, satu kantor GE kok tidak ada yg mampu menjelaskan asal angka2 siluman tersebut. Jawaban mereka sudah diotomatisasi: “Maaf Pak, system kami memang sudah demikian, kami juga tidak bisa berbuat apa-apa”. Aaaarrrrggggghhhhh… Setelah adu argumen +/- 1 jam, akhirnya saya mengalah dgn niat asal hubungan saya dgn GE putus untuk selama-lamanya. Akhirnya, selain kwitansi penyerahan uang saya minta dibuatkan pernyataan singkat yg ditandatangani oleh kepala Bag. Keuangan-nya bahwa segala kewajiban saya di GE sudah selesai dan tidak akan ditagih lagi oleh GE. Poinnya adalah ‘kewajiban saya sudah selesai’ just it.
Berdasarkan pengalaman tersebut, sampai saat ini saya masih giat untuk meng’kampanyekan’ hati2 untuk memulai hubungan dengan GE Finance.
Buat Bank_Al, salam senasib …
Agustus 10, 2007 pada 3:56 pm
kartu kredit = mengatasi masalah dengan menimbulkan masalah..
Agustus 10, 2007 pada 4:33 pm
Cara praktis pakai kartu kredit. Habis pakai, begitu ditagih bayar lunas. Jadi tidak kena bunga. Kalau saya sih gak terima kartu kredit, tapi terima DP. Haha.Salam kenal.
Agustus 11, 2007 pada 3:43 pm
Wah pakai pegadaian aja kalo gitu…
Mengatasi masalah tanpa masalah…
Kalau aku sih lebih seneng kartu debit. Setidaknya aku tahu berapa batasnya..
Agustus 19, 2007 pada 6:09 am
Wah, kalo gitu yang ati - ati, ach.
Agustus 22, 2007 pada 6:40 pm
weks. untungnya saya belanjanya cuma hitungan ribuan.
September 4, 2007 pada 4:09 pm
Pengalaman yang menarik mas…
Menurut saya tinggalkanlah Riba, karena saya pernah baca Hadits bahwasanya dosa riba lebih berat dibandingkan berzina dengan ibu sendiri.
Wallahua’lam
Wassalam
September 21, 2007 pada 5:19 pm
itulah sebabnya sampai sekarang saya tidak tertarik menggunakan kartu kredit. ndeso, ya? paling tidak saya tidak pernah pusing dengan urusan bunga, cicilan dan lain sebagainya. bagaimana jika saya belanja? apakah harus selalu tunai? tidak, saya menggunakan kartu debet. jika saya ingin membeli barang dan saya belum bisa melunasinya dengan kontan, artinya saya memang belum mampu utk membeli barang itu. tunda dulu sampai saya punya uang. mungkin cara saya ini ndesani, katro, dan tidak modern. tapi, inilah cara saya yang tidak ingin tebelit hutang kartu kredit.
September 24, 2007 pada 3:32 am
makanya to jangan jadi orang miskin yg hidupnya ngandelin dari utang/bhs kerenya kartu kredit….hahahaha
contoh saya orang kaya seperti saya yg tidak punya utang kaya elo ….
September 30, 2007 pada 8:22 pm
Hai,
Mas pasti gak baca dengan teliti bagian belakang lembar tagihan KBC, coba lihat bagian “Bunga”, disitu jelas2 ditulis bunga akan dikenakan kalau pembayaran kurang dari saldo terhutang, kurang 1 rupiahpun mesti bayar bunga full.
Oh ya perhitungan bunga CC rata2 harian, jadi kalo perbulan 3.5%, krn dihitung harian efektifnya bisa 3.8% per bulan.
Kalo boleh saya saran, kalo lupa tagihan bisa mampir ke carrefour terdekat untuk tanya tagihan atau telepon ke CS asal KBC nya dibawa atau minimal nomor kartu KBC nya dicatat.
Kartu kredit bikin masalah? Mungkin benar untuk perspektif mereka yang beranggapan demikian, tetapi saya merasa baik-baik saja memiliki 7 kartu kredit dan walaupun punya hutang (saya lebih suka bayar tempo tanpa bunga kalo dikasih kesempatan) tapi kalau ngerti akuntansi, yang penting networth kita positif.
Buat yang gak ngerti cara pake kartu kredit yang benar? Sebaiknya belajar, cari sisi lain dari kartu kredit, atau jangan kelamaan deh jadi karyawan. Kalo nggak ya bayar lunas atau lebih aja terus, jangan iseng tarik tunai kalo gak ngerti cara kerjanya, dijamin aman.
Kalo saya gak pernah kena bunga atau bayar bunga berarti gak riba kan? Thx
Oktober 17, 2007 pada 11:23 am
Keren-keren, utang 30rb, bayar 50rb…
Ini baru namanya mantab…
Oktober 17, 2007 pada 6:44 pm
@ferdi #27
Sayah mantan pemegang 13 (tiga belas)
Kartu Kredit.
Sekarang sayah ndak sudi make lagi….
Oktober 20, 2007 pada 8:17 pm
Di Indonesia, kartu kredit adalah produk gagal perbankan. Pada awalnya kartu kredit diciptakan sebagai alat pengganti uang tunai sehingga memudahkan transaksi tatkala kita tidak sedang membawa cukup uang tunai. Tapi lama kelamaan tujuan ini menyimpang menjadi alat untuk berhutang. Ditambah lagi budaya orang Indonesia yang gemar berhutang (ga semua orang Indonesia sih, kebanyakan), malas membaca klausul syarat dan ketentuan berlaku, main asal seruduk, dll maka beginilah jadinya. Kalau saya jadi gubernur bank indonesia saya akan membuka kursus “Mengenal Kartu Kredit”, gratis. Semua rakyat indonesia yang ingin menjadi pemegang kartu kredit wajib mengikuti kursus ini terlebih dahulu. Yang gagal lulus kursus, ga boleh pake kartu kredit. Menyetir mobil aja ada kursusnya kok.
Desember 11, 2007 pada 12:04 pm
heeheee baru tau ya>>?
Desember 12, 2007 pada 9:04 am
Makasih bank Al atas infonya. Baru tau saya kalo cara ngitung bunga cc tuh kayak gitu.
Desember 29, 2007 pada 9:56 am
Sebenarnya kita ga bole nyalahin 100% ke issuer coz mereka udah infoin di buku panduan dan lembar tagihan pun udah ada informasinya ttg bunga. Cuma jgn kebablasan aja pakenya biar ga puyeng kena bunganya. Budayakan baca dong ikuti aturan pemerintah
Januari 24, 2008 pada 9:08 am
untung sy gak pernah berurusan sama GE…gimana mau berurusan wong 2 kali apply aja ditolak..he..he
kasihan deh
Januari 31, 2008 pada 11:53 am
Bener banget…aku baru aja kena musibah GE Finance..ceritanya aku pernah apply tapi si kartu ga pernah aku terima termasuk konfirmasi sebelumnya ternyata…kartu tersebut dikirimkan ke kantor dan dipakai ama orang yang ga bertanggung jawab mpe over limit..nah bagian tagihan dirikulah yang kena,,duh nasib..udah ga pernah megang kartunya, tau - tau musti bayar dan yang paling menggelikan lagi mereka ga tau lho gimana perhitungannya sampai aku ngotot2an ama pihak collector dan CS..nyebelin banget!!!!after 3 jam menunggu dengan manis akhirnya mereka kasih win win solution (menurut mereka tapi menurut aku aku tetap pihak yang merugi!!!)aku dikasih disc 20% dari total tagihan sebelll….uang hasil keringat sendiri mengalir entah kemana..hix…tapi ya mudah2an ini ngurangin dosa aku…jadi ntar aku punya tabungan tuk bersenang - senang di sorga…bagi semuanya….berhati - hatilah dengan GE Finance dan semua produknya kalo ga mau jadi orang bego seumur hidup!!!
Februari 2, 2008 pada 12:01 pm
Yang perlu anda pikirkan dalam dalam, ketika anda memakai credit card, sebetulnya anda suda mulai berhutang ketika anda melakukan transaksi pembelian barang/jasa, jadi bukan ketika anda ditagih dalam bill CC tersebut.
Jadi menurut saya, apa yang ditagihkan ke anda itu wajar lho, lha ngutangnya kan sejatinya dari awal tho.
Makanya, punya alat pembayaran baru, kudu waspada juga dengan Terms and Conditionnya. Saya juga pernah kena situasi macam anda, tapi kalo di Singapore, bank sini baik baik, saya minta ke mereka untuk waiving dendanya, karena toh record saya bagus. Jadi gak jadi kena bunga deh.
Februari 11, 2008 pada 1:16 pm
saya setuju dengan bank_al.
Hati-hati dengan pemakaian kartu kredit, karena perhitungan mereka dg tagihan akan menipu kita sehingga kita akan dipersulit dan terlilit utang yg bunga sangat besar sampai2 kita tidak sanggup bayar. mereka hanya mencari keuntungan buat mereka sendiri.
Berhati-hatilah para pemakai kartu carrefour
Februari 11, 2008 pada 1:21 pm
Hati-hatilah yang memiliki kartu kredit jika ada penawaran lagi kartu kredit jangan anda tergiur oleh tawaran kartu kredit. soalnya dengan membuat kartu kredit yang baru jgn fotocopy yg paling belakang kartu kredit ada, mereka akan mencopykan kartu kredit anda yang baru akan disetujui.
Maret 28, 2008 pada 11:34 am
ga usah belanja ci carrefour lagilah….
April 23, 2008 pada 12:57 pm
Kalo saya punya pengalaman pahit banget dengan Amex. ceritanya saya membayar tidak full, bulan-bulan berikutnya pas saya ada rejeki, saya lunasi semua tagihannya. pikir saya, beres nih utang. Tapi saya kaget bgt,di tagihan berikutnya masih ada bunga yang harus dibayar. Saya langsung call CSnya,dan katanya sih itu bunga berjalan. Wah saya gak abis pikir kok bisa ya tagihan dilunasi tapi masih kena bunga. Makanya hati-hati sama yang namanya American Express, sesuai namanya express juga meras duit orang.
Pokoknya jangan sampe apply Amex, mengerikan lebih dari rentenir.
Mei 22, 2008 pada 12:39 am
[...] oleh bank_al di/pada Mei 22, 2008 Masih ingat ceritaku tentang kartu belanja Carrefour ? Kerja sama antara Carrefour dengan GE Finance sekarang sudah berakhir. Dan para pemilik kartu [...]
Mei 23, 2008 pada 4:36 pm
Memang semua penerbit CC menghitung bunga dgn cara seperti itu alias bunga dihitung sejak tanggal transaksi. Jadi mau bayar berapa pun asal blm lunas, bunga dihitung dari awal transaksi dgn cara compound interest (bunga berbunga). Sekedar info juga (sy pernah baca di reader’s digest), di Amrik, customer justru harus membayar sejumlah denda jika melunasi seluruh kewajibannya.
Sekedar sharing, menurut saya rekans agar berhati-2 ngambil CC terbitan bank asing, krn bbrap dari mereka scr otomatis mengaktifkan CC tanpa konfirmasi terlebih dahulu dari si pemegang kartu. Setiap permintaan atau info apa pun yang diberikan dari customer atau CS, seharusnya ter-record. Shg jika ada sesuatu yang tidak sesuai dgn informasi, harap rekas minta diputarkan rekaman pembicaraan dgn CSnya.
Namun CC bukan berarti tidak berguna. Ada banyak sisi baik dari penggunaan CC sepanjang kita menggunakan dgn bijak.
Juni 11, 2008 pada 2:25 pm
iya, perhitungan kartu kredit memang rumit…
beberapa kali membuka web tentang kartu kredit, menurut saya… mending tau resikonya dulu…
intinya, bila ada sisa tagihan, mending langsung di lunasi… untuk menghindari bunga yang “tidak tau perhitungannya”
jangan melakukan pembelanjaan 1 minggu sebelum jatuh tempo…
karena batas pembayaran akan semakin sempit…
contoh: jatuh tempo tanggal 10, bila belanja seminggu sebelumnya, maka tanggal 10 transaksi yang anda lakukan sudah ditagihkan…
kartu kredit dibuat untuk mempermudah qta dalam hal keuangan…jgn malah jadi beban…
jangan mengapply CC (CreditCard) bila tidak benar2 membutuhkan… karena ada biaya iuran tahunan yang jumlahnya tidak kecil…
pintar2 memakainya… jangan malah jebol hingga hanya mampu membayar “pembayaran minimum”… karena bila yang dibayarkan hanya pembayaran minimum, qta lolos dari denda, tapi tetap di rongrong oleh bunga yang berbunga….
dan tips 1 lagi: jangan mengapply CC yang Customer service atau bank yang bersangkutan tidak ada di kota anda…
karena komplain melalui telfon = nol..
pintar2 memilih CC… dan sesuaikan dengan pendapatan anda…