Ngadutrafik 2007 dan perilaku lapor-melapor

Pada awalnya saya tidak begitu peduli dengan kontes SEO yg dikenal dengan ngadutrafik 2007 ini. Selain sulit menemukan topik yang menarik untuk keyword tersebut, saya juga tidak hobby menulis sesuatu yang mengada-ada dan tidak menarik minat saya. Mengapa akhirnya hari ini aku menulis juga topik tentang ngadutraffik 2007 ? Tidak lain dan tidak bukan karena pagi ini membaca blog-nya Vavai dan Priyadi dan menyadari bahwa telah terjadi huru-hara akibat ngadutrafik 2007 ini yang membuatku teringat akan perilaku lapor-melapor yang dimiliki sebagian bangsa Indonesia.

Jika Priyadi lebih tertarik membahas blackhat atau whitehat SEO, maka saya lebih tertarik pada perilaku Nenda yang melaporkan para blackhat itu ke wordpress. Walaupun ada yang membenarkan sikap Nenda yang dianalogikan sebagai anak baik yang melaporkan anak yang menyontek di kelas, namun saya kebetulan tidak sepaham dengan ini.

Alasan pertama adalah karena saya tidak suka melaporkan teman saya yg mencontek, karena itu bukan urusan saya. Itu adalah urusan di penyontek sendiri dengan sekolah (kalau ketahuan). Sedangkan alasan kedua adalah bahwa si blackhat itu merugikan saya (jika saya jadi Nenda) adalah ketika dia menyampah di blog saya. Dan oleh karenanya yang harus ditindak adalah perilaku menyampahnya (seperti dengan memasang antispam), bukan dengan melaporkan blog-nya dan meminta agar blog-nya di suspend. Orang yg menyampah di rumah orang khan belum tentu menyampah di rumahnya sendiri. Selain itu kita tidak bisa mengatakan blog seseorang adaah sampah hanya karena dia mengikuti lomba ngadutrafik 2007.

TOS yg diberi warna biru oleh wordpress adalah: “the Content is not spam, and does not contain unethical or unwanted commercial content designed to drive traffic to third party sites or boost the search engine rankings of third party sites, or to further unlawful acts (such as phishing) or mislead recipients as to the source of the material (such as spoofing);”

Mari kita cermati TOS tersebut untuk mengetahui apakah sebuah blog telah melanggar ketentuan atau tidak.

1. The contect is not spam. Point ini menurut saya lebih tepat diputuskan oleh wordpress. Kita tidak bisa menuduh blog orang lain adalah spam hanya karena kita tidak menyukainya. Blog saya ini mungkin saja dianggap spam oleh orang lain karena mereka tidak suka isinya.

2. does not contain unethical or unwanted commercial content designed to drive traffic to third party sites or boost the search engine rankings of third party sites. Jika dicermati point ini, maka blog yg melanggar adalah blog yg dirancang untuk membawa traffic ke situs third party (dalam hal ini bukan situs wordpress) atau meningkatkan peringkat situs third party dalam rangking search engine. Sementara pada lomba ngadutrafik 2007 ini, yg ditingkatkan justru trafik ke wordpress (karena blog peserta itu di wordpress), bukan trafik ke third party. Oleh karenanya, blog-blog para peserta yg ada di wordpress juga tidak melanggar point ini.

3. or to further unlawful acts (such as phishing) or mislead recipients as to the source of the material (such as spoofing). Saya cukup yakin, walaupun belum membacanya, bahwa blog-blog tersebut tidak membuat misleading. Menurut perkiraan saya, sebagian besar orang yg mencari dengan keyword ngadutrafik 2007 memang bertujuan untuk melihat topik yg relefan dengan lomba ini. Memangnya orang menulis keyword ngadutrafik 2007 di search engine berharap mendapatkan informasi apa ? Apa iya mereka berharap melihat model bikini terbaru dengan keyword tersebut ?

Akhirnya saya penasaran dan ingin tahu apa jawaban Nenda atas pelaporan ini. Salah satu alasan Nenda adalah,”Saya hanya membantu menjalankan peraturan tersebut sama seperti orang yang melapor ke polisi apabila melihat adanya penganiayaan di STPDN IPDN“. Menurut saya hal ini kurang tepat. Memang dalam kasus ngadutrafik 2007 ini siapa yg teraniaya dan siapa polisi-nya? WordPress adalah yg teraniaya sekaligus polisi ? Bukankah polisi bisa membela dirinya sendiri tanpa harus menunggu orang melapor pada dia ? :) Saya lebih setuju dengan analogi murid yg melapor temannya menyontek. Ini bisa jadi dilakukan si murid baik ini karena dia merasa teraniaya karena si penyontek bisa mendapatkan nilai yg lebih baik daripada nilai yg didapatnya.

Anyway, yg dilakukan Nenda itu sebetulnya banyak juga dilakukan oleh orang lain di Indonesia. Saya sendiri pernah dilaporkan oleh salah seorang pekerja yg sekantor dengan saya karena saya sering datang agak siang ke kantor. Saya sempat merasa aneh mengapa orang ini melapor karena pekerjaan saya tidak berhubungan dengan pekerjaan beliau sama sekali. Dengan kata lain, andaipun saya tidak masuk sekalipun, tidak ada pekerjaannya yg terganggu karena itu. Dan yg lebih hebat lagi, dia tak pernah mengatakan pada saya kalau dia tak suka saya datang agak siang ke kantor. Dia hanya melapor pada bos. Untunglah bos saya tidak seperti wordpress yg langsung menangguhkan account pelanggan-nya. Bos malah mengerti bahwa saya lebih suka datang siang dan pulang malam daripada datang ontime dan pulang juga ontime. Dia lebih menghargai hasil daripada jam kerja.

Yg membuat saya sampai saat ini jadi bertanya-tanya, mengapa ya ada orang yg suka melaporkan sesuatu yg sebetulnya nggak ada urusannya sama dia? Apakah karena nggak suka melihat orang lain senang ? Nggak suka melihat orang lain mendapatkan sesuatu ? Atau karena ingin dipuji oleh bu guru ?

Entahlah, rasanya lomba ngadutrafik 2007 ini hadiahnya tidak seberapa untuk membuat kericuhan seperti ini, seperti dikutip oleh Jay, hanya Rp 300.000 untuk juara pertama. Namun bagaimanapun juga, fenoena ngadutrafik 2007 ini menarik juga, bisa menghangatkan blogpsphere yg penuh dinamika

Catatan:

* aku tidak ikutan lomba ngadutrafik 2007.

* buat mbak Nenda, salam kenal, dan jangan lapor sama bu guru ya ?

* makasih buat panitia yg membuat lomba dengan keyword ngadutrafik 2007. Andai saja keyword-nya bank al, saya bakalan mengadu ke wordpress karena orang-orang yg mau mencari blog saya yg sepi ini bakalan missleading ke tempat lain.

Update:

* Barusan baca comment Priyadi di blog-nya Vavai, bahwa kesalahan mbak Nenda cuma satu, dia ngaku kalau dia yang melaporkan. Commentnya menarik, dan aku setuju itu.

* ada tambahan informasi lagi dari blog-nya Evy, bahwa ternyata ada orang yg sehari2nya blogger biasa seperti kita, namun karena kebetulan ikutan ngadutraffik 2007,  maka blog-nya juga tersuspend karena ada yg melaporkannya. Jadi timbul pertanyaan di kepalaku, “Bagaimana cara si Matt memutuskan bahwa blog2 yg ikutan lomba ini adalah spam ?” Apakah si Matt pinter bahasa Indonesia? Atau hanya dengan berbekalkan laporan dan keyword ngadutraffik 2007 maka dia bisa memutuskan situs itu spam karena dia berpikir bahwa ngadutraffic itu adalah kosakata terlarang alias porno? Entahlah, ada yg tahu ? Anyway, Turut berduka cita untuk para korban.

78 gagasan untuk “Ngadutrafik 2007 dan perilaku lapor-melapor

  1. Melaporkan kan belum tentu mengajukan permintaan penjatuhan penalti. Sangat berlebihan jika beranggapan seperti itu. Lagipula kebijakan penuh ada di pengelola wordpress.com, bukan di si pelapor.

    Dilaporkan atau tidak; bukanlah konteks permasalahannya. Saya melihat dengan sedikit rasa saja, cukup muak melihat domain ngadutrafikini, ngadutrafikitu, ngadutrafikanjrit, ngadutrafiklahyaw dsb. Untuk mengejar ranking keyword tersebut tidak harus seperti itu.

    Like this

  2. #2: Saya setuju bahwa untuk mengejar keywordk tidak harus seperti itu. Itulah sebabnya saya sebelumnya tidak tertarik sama sekali untuk menulis tentang itu.

    Soal lapor melapor memang bukan konteks permasalahan. Namun tayangan saya ini sebetulnya bukan total tentang ngadutraffik, namun juga tentang kebiasaan lapor melapor yang bukan sesuatu yg saya suka untuk lakukan.

    Dan saya lebih tertarik membahas perilaku lapor-melapor itu daripada soal ngadutrafik.

    Saya tidak menyalahkan seorang murid baik melapor pada guru bahwa temannya menyontek. Dan juga memahami Nenda yg berlaku seperti si murid baik, atau juga teman saya yg melapor pada bos saya karena saya datang agak siang ke kantor.

    Namun jika saya jadi mereka, saya tak akan melakukannya. Ngapain sih mencampuri urusan orang lain? Wong blog si spam itu tidak merugikan siapapun kok. Yg merugikan adalah spam comment-nya di blog orang lain, bukan blog-nya sendiri.

    Like this

  3. yoih yoih
    setuju ama jay

    1. The contect is not spam. Point ini menurut saya lebih tepat diputuskan oleh wordpress. Kita tidak bisa menuduh blog orang lain adalah spam hanya karena kita tidak menyukainya. Blog saya ini mungkin saja dianggap spam oleh orang lain karena mereka tidak suka isinya.

    Anda dilaporkan oleh rekan kerja kepada bos anda, bukan lantas bos anda mecat begitu saja kan? Dicek dulu permasalahannya, kalau ternyata tidak masalah, maka anda tidak dipecat kan?

    Blog anda dilaporkan sebagai spam bukan berarti lantas blog anda akan dianggap spam oleh Matt. Dia akan menilai apakah blog anda itu layak di suspend atau tidak.

    Like this

  4. #4: Memang saya tidak dipecat. As I said beberapa kali, nggak ada yg salah dengan teman saya yg melapor, makanya saya tidak balas dendam, menegur dia, atau memusuhi dia.
    Paling banter saya hanya akan memilih untuk tidak berteman dengan orang seperti itu.

    Hanya saja, jika saya jadi dia, saya tak akan melakukannya. Ngapain ngurusin urusan orang lain?
    Perilaku ini yg menurut saya unik namun banyak dilakukan oleh orang Indonesia.

    Like this

  5. Hanya saja, jika saya jadi dia, saya tak akan melakukannya. Ngapain ngurusin urusan orang lain?

    perspektif anda diwarnai emosi manusia yang berhubungan dengan dendam dan iri. walaupun anda tidak menuliskannya, tapi tersirat dari tulisan anda. namun apa yang anda tidak lakukan beserta alasannya tidak bisa menjadikan pembenaran bahwa yang dilakukan oleh nenda seolah-olah salah, walaupun anda menulis jelas-jelas bahwa anda tidak menyalahkan nenda.

    perspektif saya dari sifat beberapa jenis manusia yang ingin keteraturan, kerapian, tunduk pada aturan. saya jika melihat typo atau kesalahan di wikipedia, akan saya koreksi. jika melihat vandalisme, akan saya undo.

    jika anda ingin membahas perilaku yang unik namun banyak dilakukan oleh orang indonesia, anda setiap hari melihatnya: perilaku para pengendara motor. memang tidak semua, tapi mayoritas pengendara motor di jalanan kota jakarta tidak sungkan-sungkan naik trotoar untuk menghindari kemacetan.

    berdasarkan logika anda, tindakan mereka toh tidak merugikan, toh trotoarnya sendiri jarang dipakai oleh pedestrian. jadi seperti sebagian besar orang indonesia, tindakan itu “dimaklumi”.

    namun apa yang terjadi jika ada seorang pejalan kaki menggunakan trotoar tersebut dan menghalangi laju jalannya motor? apa yang menurut anda sebaiknya terjadi?

    sebelum anda menjawab, pada kenyataannya yang banyak terjadi adalah pejalan kaki tersebut dimaki-maki dan disumpahi oleh pengendara motor, sukur-sukur tidak diludahi. tapi berdasarkan logika anda, reaksi pengendara motor tersebut bisa “dimaklumi”.

    pantaskah? cuma nurani dan moral anda yang bisa menjawab.

    ** saya sendiri adalah pengendara motor, setiap hari kerja pagi-pagi saya mengendarai motor ke kantor.

    Like this

  6. coba ya anda fokus pada apa yang saya kutip di sana.
    saya kutip TOS poin nomor 1 yang anda bahas.

    Di sana anda bilang, content spam atau bukan lebih tepat diputuskan oleh WP.
    Saya setuju akan hal ini. Tapi account di WP ada banyak, tidak mungkin satu admin WP bisa (dan mau) untuk ngecek satu persatu account yang ada. Maka dari itu ada fasilitas report spam.

    Masalah bila nanti ada yang tidak suka dengan blog anda, kemudian dia melaporkan blog anda sebagai spam, belum tentu blog anda akan langsung di suspend begitu saja, keputusan itu ada di tangan WP, bukan di tangan pelapor.

    Like this

  7. “Bukankah polisi bisa membela dirinya sendiri tanpa harus menunggu orang melapor pada dia ?”

    Sayangnya tidak. Polisi juga butuh bantuan masyarakat agar melaporkan jika ada kejahatan dalam areal teritori-nya.

    WordPress.com punya sejuta member. Sementara pengelolanya juga manusia. Apa mereka sendiri yang harus mengecek satu-satu? It’s impossible.

    Satu-satunya cara adalah mengharapkan member lain untuk melaporkan jika melihat ketidak sesuaian penggunaan. Itulah gunanya link “report as spam” atau “report as adult” di wordpress.com.

    Cara ini juga yang digunakan oleh nyaris semua layanan di web seperti friendster, flickr, myspace, youtube dst.

    Ini bukan cuma budaya orang Indonesia, bang. WordPress encourages us to do so. To report those who violate the TOS.

    If it was me I will do the same. Ya! Kegiatan ngadutrafik merugikan saya. Saya juga tidak akan tinggal diam saat trafik webserver shared (di mana blog saya berada) diperkosa. Sama seperti
    saya akan melaporkan ke polisi jika ada orang-orang yang sengaja menutupi jalanan menuju rumah saya.

    BTW, di Amerika bukannya budaya “I sue you” lebih kental dari Indonesia? Unik Indonesia? Naaa…

    Like this

  8. #6: Terima kasih atas pujiannya yg mengatakan saya dendam dan iri. :)

    Saya setuju sekali dengan pendapat anda tentang pengendara bermotor yg naik trotoar untuk menghindari macet. Dan ini memang patut dilaporkan polisi, karena ini tidak hanya merugikan polisi tapi juga merugikan si pejalan kaki.

    Saya malah heran mengapa anda bisa berpikir bahwa perilaku ini bisa “dimaklumi”.

    Like this

  9. #8: Saya setuju bahwa polisi butuh bantuan masyarakat jika ada masyarakat lain yg dirugikan di daerah teritorialnya.
    Namun saya ragu jika polisi tidak bisa bertindak tanpa laporan dari masyarakat jika si polisi sendiri yg tertimpa kejahatan.

    Saya nggak tahu di Amerika bagaimana. Lah wong saya hidup di Indonesia. :)

    Like this

  10. @5 Ngapain urusin masalah orang lain kan?

    Sama saja dengan ngapain anda urusin orang2 yang melaporkan anda, bukannya itu sudah artinya anda ikut campur masalah orang lain?

    Anda dilaporkan anda teman anda dan anda mendapat surat peringatan pertama, lalu yang anda lakukan adalah memusuhi teman anda dan tetap untuk masuk telat.

    Yang harus dilakukan adalh tanya ke wp.com/bos anda kenapa anda di kasih surat peringatan /suspend

    Masuk akal?

    Like this

  11. wakakakkakak…
    keywordnya bukan hanya ngadutrafik tapi sudah menyeret pejalan kaki, tetangga, mencontek…
    hihihih…

    *asal jangan hubungan pasutri aja yg dijadikan contoh, soalnya aye blom punya bini.. hehehhe

    Like this

  12. kalo menurut gue, lihatlah jauh ke depan.

    kalau ini dibiarkan terus menerus, dan kebetulan nantinya si empunya wordpress.com nya melihat kebanyakan warga Indonesia yg merusak servis wordpress.com sendiri, apa hasilnya?

    bisa saja wordpress.com tidak lagi menerima user dari Indonesia!

    mengapa ya ada orang yg suka melaporkan sesuatu yg sebetulnya nggak ada urusannya sama dia? Apakah karena nggak suka melihat orang lain senang ? Nggak suka melihat orang lain mendapatkan sesuatu ? Atau karena ingin dipuji oleh bu guru ?

    cara berfikir yang aneh…

    Like this

  13. #13: siapa bilang saya memusuhi teman yg melaporkan ? Perasaan aku nggak nulis gitu deh.
    Siapa yg ngurusin orang yg melaporkan saya ? Ah, anda suka mengada-ada Tuan.

    Coba baca lagi dengan seksama ya ? :)

    Like this

  14. #14 & #15: Itulah asyiknya ngeblog, dari ngadutrafik berubah ke ngaduin orang, sampai mencontek dan pejalan kaki berantem sama orang naik motor.

    I like to see how the people think.

    Like this

  15. #17: Kelihatannya anda paranoid.
    Wordpress tidak rugi sama sekali dengan adanya blog yg membuat traffic masuk ke servernya (bukan ke third party). Jika wordpress memutuskan untuk men-suspend account ini, adalah untuk menyenangkan user yg complain.

    Menurut saya hanya 0,01% kemungkinan wordpress tidak menerima user dari Indonesia cuma karena kasus ini.

    Cara berpikir anda juga aneh.

    Like this

  16. Kalau menurut saya, tidak cocok dianalogikan dengan melaporkan contek-mencontek, ataupun sampah dirumah sendiri.

    Mungkin lebih cocok kalau : melaporkan seseorang yang membuang sampah disebuah apartemen (dimana mereka sebagai sebagian penghuninya), kepada pengelola.

    Kalau misalnya terjadi apartemen lain (misal mu.domainkontesseo.com), rasanya tidak akan ada laporan itu deh.
    (terkecuali dari penghuni apartemen-lain itu)

    Like this

  17. Saya malah heran mengapa anda bisa berpikir bahwa perilaku ini bisa “dimaklumi”.

    ah, berarti anda tidak paham tulisan anda sendiri yang menerangkan isi kepala anda yang mempertanyakan ngapain ngurusin urusan orang lain.

    Like this

  18. #22: analogi Pipit memang lebih cocok. Ada seseorang membuang sampah di area apartemen yg disewa-nya, bukan di area apartemen orang lain.

    Kurang tepat juga disebut sampah, karena bau-nya sebetulnya tidak sampai ke area orang lain. Si orang lain itu melapor hanya karena tidak suka dan merasa pengelola apartemen akan melarangnya.

    Makasih untuk analoginya.

    Like this

  19. WordPress tidak rugi sama sekali dengan adanya blog yg membuat traffic masuk ke servernya (bukan ke third party). Jika wordpress memutuskan untuk men-suspend account ini, adalah untuk menyenangkan user yg complain.

    loh, ini kok jadi ngomongin ginian toh?

    mengapa ya ada orang yg suka melaporkan sesuatu yg sebetulnya nggak ada urusannya sama dia? Apakah karena nggak suka melihat orang lain senang ? Nggak suka melihat orang lain mendapatkan sesuatu ? Atau karena ingin dipuji oleh bu guru ?

    gw masih bingung sama jalan pikiran yang seperti ini.

    Like this

  20. #23: Anda memang pintar dan hebat, bisa memahami tulisan saya yg saya sendiri tidak paham. Senang mengenal orang pintar seperti anda.

    #26: Hmm, bukannya menjawab alasan atas kekhawatiran anda yg tidak beralasan ?
    Soal jalan pikiran, saya mengerti posisi anda. Karena saya sendiri juga bingung dengan jalan pikiran orang yg senang melapor ini.

    #25: iya, aku juga kaget kok respon-nya seru begini. Mana comment galak2 lagi. :)

    Like this

  21. Anda memang pintar dan hebat, bisa memahami tulisan saya yg saya sendiri tidak paham. Senang mengenal orang pintar seperti anda.

    jurus si biho dipake. :))

    saya hanya memperlihatkan kontradiksi antara tulisan anda dengan jawaban atas komentar saya di sini. kalau anda tidak bisa menerima dan malah menuliskan insinuasi seperti di atas, ya yang membaca tulisan anda bisa menilai sendiri seberapa konsisten (atau oportunis) anda dalam cara berpikir.

    Like this

  22. Your use of the Website will constitute your acceptance of these terms and conditions … the Content is not spam, and does not contain unethical or unwanted commercial content designed to drive traffic to third party sites or boost the search engine rankings of third party sites, or to further unlawful acts (such as phishing) or mislead recipients as to the source of the material (such as spoofing); … Without limiting any of those representations or warranties, Automattic has the right (though not the obligation) to, in Automattic’s sole discretion (i) refuse or remove any content that, in Automattic’s reasonable opinion, violates any Automattic policy or is in any way harmful or objectionable, or (ii) terminate or deny access to and use of the Website to any individual or entity for any reason, in Automattic’s sole discretion.

    Like this

  23. #29: Mas Eko alias Ryosaeba, Saya tidak tertarik untuk memenangkan perdebatan dengan anda karena tujuan saya menulis hanyalah untuk sharing pendapat dan opini.
    Anda berhak berpendapat apapun atas tulisan saya, dan saya tidak begitu peduli dengan itu karena anda bebas berpendapat dan itu bukan urusan saya.

    Note:
    Comment anda ini sebetulnya termoderate oleh wordpress karena anda menyertakan 2 link. Namun saya ingin meloloskannya karena menurut saya komentar anda ini menarik.

    Like this

  24. Ya, dan orang lain juga berhak untuk tidak setuju dengan opini anda. Kalau anda merasa perbuatan saya itu terlalu ‘usil’, sebaiknya anda tidak ‘usil’ mengurusi urusan saya. Silakan setiap orang mengurusi urusannya masing-masing dan hal ini bertentangan dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

    Like this

  25. #32: Mbak Nenda, mohon maaf kalau saya ikut2an menjadi usil. Anda benar bahwa manusia adalah makhluk sosial, sehingga kadang kita perlu mengusilin orang lain supaya bahagia.

    Sekarang terjawab pertanyaan saya, mengapa anda usil. Rupanya mirip dengan yg sedang saya lakukan ya ? :) OK Mbak, salam kenal.

    Like this

  26. #30: memang kasian para korban yg tidak bersalah. Mungkin buat sebagian orang nasib mereka memang tidak lebih penting daripada kampanye anti blackhat SEO.

    Like this

  27. Ping-balik: Mekanisme bela diri di Wordpress ? « Namaku Bank Al

  28. #34

    Kasihan juga terhadap orang-orang yang:
    1. Melakukan sesuatu tanpa memikirkan baik buruknya akibat yang bakal ditimbulkan.
    2. Menghakimi orang yang melakukan sesuatu yang benar.
    3. Menghujat pemberi tumpangan walaupun sebelumnya mereka sudah setuju dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh tuan rumah.

    Like this

  29. #38: Setuju dengan pendapat anda.
    Namun saya tidak mengerti apa hubungannya komentar anda dengan #34.
    Bisa dijelaskan ?

    Point 1 saya mengerti, yaitu orang yg melapor pada wordpress perlu dikasihani karena mungkin tidak sengaja mengakibatkan orang yg tidak tahu kehilangan seluruh blog-nya karena “kebodohan”-nya. Ini juga kalau si pelapor merasa bersalah. Kalau tidak, ya dia sudah melakukan apa yg dipilihnya, sehingga ta perlu dikasihani juga.

    Like this

  30. #39 Kasihannya.

    Obukan… yang saya maksud:
    1. Ngeluarin aturan kontes yang wuaneh tanpa berpikir masak-masak mengenai akibatnya.
    2. Melaporkan sesuatu yang dirasa mengganggu kepada pihak yang berwenang dan akibatnya dimaki-maki orang.
    3. Misuh-misuh wp.com begini dan begono padahal jelas-jelas dia sudah setuju dengan apa yang ditetapkan oleh wp.com di TOSnya.

    Kira-kira begitchu.

    Like this

  31. Saya melihat konsistensi Pak Ryo Eko Saeba dan konco-konconya untuk memaksakan kebenaran di blogosfer Indonesia. Bang Al, kita-kita ini akan selalu dipaksa menerima kebenaran dari kacamata mereka. Yang seperti dalam politik nanti, kebenaran ditentukan oleh yang suaranya paling banyak. Dan, bisa saya duga karena mainstream akan mengikuti para blogger senior itu regardless dari apa yang mereka katakan, maka kebenaran akan berada pada pihak mereka.

    Perbuatan calupict benar? Itu kan dari kaca mata Anda pendukung calupict. Tapi lihatlah realita, ada yang menganggap yang dilakukan calupict itu tidak benar. Saya sengaja tidak memakai kata salah ya…

    Saya juga melihat konsistensi Sengsara (entah siapa dia orangnya) yang selalu mengatakan orang bertindak dulu baru berpikir. Saya pribadi dikatakan begitu. Padahal, saya membuat blog baru di WP.com karena panitia lomba mengharuskan begitu. saya dah tulis entah di mana bahwa sebetulnya saya sempat heran, kok harus di WP.com di mana kita hanya bisa mengolah keyword dari highlighting (H1, H2, H3, H4, dst., bold, italic, underline…) Kok nggak pake yang menurut ilmu2 SEO yang baru saya pelajari bisa dimanipulasi dari dalam, misalnya make meta tag (regardles pada 2002 ada yang menulis The Death of Meta Tag) atau bikin robots.txt.

    Saya bertindak dulu lalu berpikir kemudian? Sengsara itu lebih tahu dari diri saya rupanya, sama seperti Pak Ryo Eko Saeba lebih tahu dari Bang Al. Padahal, saya sudah berpikir, “Mungkin panitia lomba sudah memikirkan semuanya sehingga saya akan ikti saja persyaratannya.”

    Saya kira kalau nggak ada laporan dari calupict, Matt nggak akan langsung MELEK matanya. Mosok diantara 800.000-an blog di WP.com misalnya, ada 50 – 100 blog baru yang make kata ngadutrafik terus langsung kelihatan. Gombaaalllll…

    Mas Yulian, mengapa pada daftar blog baru make ngadutrafik2007 di URL-nya? Yah… itu kan karena menerapkan ilmu SEO. Kan ada teorinya. Maaf, Mas Yulian bagaimana sih, higlighting itu kan salah satu cara. Mosok nggak boleh make cara yang lain?

    Saya memandang kebenarang itu relatif. Tapi saya sudah katakan pada komentar saya di tempat Mas Yulian Firdaus (maaf males menyertakan link) bahwa saya tidak menyalahkan calupict.

    Like this

  32. @kang kombor

    sebenarnya saran saya kepada anda cuma satu: “sabar dan coba kontak wp.com” manusia bisa salah, termasuk admin wp.com

    kalau saran sederhana ini diartikan terlalu jauh sebagai perkoncoan terhadap ryosaeba dkk atau memaksakan kehendak, dll, saya gak tau mau bilang apa lagi.

    Like this

  33. Hanya saja, jika saya jadi dia, saya tak akan melakukannya. Ngapain ngurusin urusan orang lain?
    Perilaku ini yg menurut saya unik namun banyak dilakukan oleh orang Indonesia.

    mengapa ya ada orang yg suka melaporkan sesuatu yg sebetulnya nggak ada urusannya sama dia? Apakah karena nggak suka melihat orang lain senang ? Nggak suka melihat orang lain mendapatkan sesuatu ? Atau karena ingin dipuji oleh bu guru ?

    Maaf, izinkan saya untuk tidak setuju dengan bapak :) Ini jelas sentimen yang negatif, egois, dan apatis. Walaupun bisa dikatakan kita tidak berkewajiban melapor, adalah sangat sangat membuat miris kalau sampai pelaporan itu sendiri tiba-tiba dianggap salah.

    Di sini kesannya adalah sentimen ini dianut oleh orang-orang yang cenderung apatis, dan egois, karena tidak mau menegakkan peraturan. “Malas mencari ribut”, begitu? Ini justifikasi yang saya yakin tidak akan disetujui oleh sebagian besar orang.

    Saya tidak habis pikir, bagaimana bapak bisa mendukung sesuatu yang salah hanya karena bapak “malas mencari ribut”. Lha, kata apa lagi yang bisa mewakili sentimen ini selain kemalasan? :?

    Ah, maaf kalau saya yang masih hijau ini sok tahu. Saya hanya mengutarakan pendapat. Maaf sebelumnya.

    Like this

  34. Kalau tidak tertarik mengkaitkan dengan ngadutrafik, kenapa mesti
    dikaitkan dengan ngadutrafik? :D Kalau judulnya cuman Perilaku
    lapor-melapor’, gak bakalan bisa serame ini. Hayoo ngaku! Sampeyan
    mesti melu lomba ngadu trafik hi..hi..

    Mas, jik eling karo aku ra? Piye kabare ugm-club?

    Like this

  35. #42 Lah, Kang Kombor ini panitia apa peserta kontes sih?
    Kapan saya bilang Kang Kombor berpikir dulu baru bertindak? Rasanya, saya cuman ngomong masalah TOS sama anda, kan?
    http://www.widarto.net/2007/04/ngadutrafik-2007-made-my-wpcom-account.html#comment-610879707140247815
    Dan bukannya anda sendiri yang bilang kalo memang saya lebih tahu masalah itu dibanding anda? :-P

    Tidak benar itu sama dengan salah, ini pendapat saya, Kang. Data saya sudah saya kirim khusus untuk Kang Kombor. Kalo ada acara makan-makan mohon diundang, ya?

    #47
    caapee dee

    Like this

  36. #43

    Kebenaran relatif? Bukan bermaksud menegur, Tp saya ingin bertanya.

    Kebenaran apa yg bisa relative? yg namanya kebenaran yah benar. Gak ada yg namanya relatif.

    Kalo saya baca comment2 anda, anda adalah type org yg merasa diri anda benar. Ketika, di kasih tau kalo kebenaran yg anda anggap benar itu ternyata suatu kesalahan, anda mencoba menghindar (tidak mau klarifikasi), malah mencoba menyerang kebenaran yg sesungguhnya.
    Anda berkata, untuk apa klarifikasi (pantang untuk mengemis). Itu hak anda. Blog anda di tutup karena kesalahan Admin yg salah menutup, atau mungkin anda juga ikut kontes tsb, saya tidak tahu itu. Tp yg saya tahu, Nenda melakukan perbuatan yg benar (kalo memang itu sebuah kesalahan, tolong beritahu di mana kesalahan nya). Anda merupakan korban salah paham dari admin (kalo memang anda tidak ada hubungannya dgn kontes itu), lalu anda merasa gengsi untuk menghubungi admin, anda lalu menyalah kan Nenda. Karena Nenda menyebabkan admin menutup blog anda.

    Saya coba pinjem analogi yg di pakai di comment Priyadi
    “Anda tinggal di kampung gajah, lalu sekelompok org naek motor kebut2an mengganggu lingkungan. Anda merasa terganggu dan mengerti bahwa itu suatu kesalahan, lalu anda melapor ke kepala kampung desa itu.

    Lalu mereka yg kebut2an dan beberapa org yg tidak kebut2an di omelin dan di larang untuk naek motor, sampe mereka berjanji untuk tidak kebut2an lagi.

    Mereka yg di larang, karena ‘enggan’ dan ‘tahu tidak berdaya’ di hadapan kepala desa tsb, menyalahkan anda yg melapor.

    Kalo menurut anda, perbuatan melaporkan itu salah.

    Saya minta maaf kalo gitu, mungkin nanti suatu saat akan ada org lain yg bisa lebih menjelaskan kepada anda.

    “Apabila terang yg ada dalam mu adalah gelap. Betapa gelapnya, kegelapan yg ada dalam mu”

    Maaf, gak bermaksud untuk menyindir atau membela

    Salam,

    Usli

    Like this

  37. Ping-balik: Nenda tidak salah dan Ngadutraffik tidak melanggar TOS « Namaku Bank Al

  38. #53: Makasih Kang Dedenf, saya nggak tahu URL ini sebelumnya, dan memang tidak ada di TOS.
    Jika memang demikian, kita sekarang sudah tahu apa alasan Matt mensuspend account.

    Peluang negosiasi adalah dengan mengatakan pada Matt bahwa ini tidak ada dalam TOS. Dan meminta Matt meremove page yang disinyalir berhubungan dengan SEO tersebut. Dan meminta paad Matt untuk membuka lagi blog lainnya yang tidak berhubungan dengan SEO contest tersebut.

    Like this

  39. #50: aih, mas Adi.. apa kabar ? Tuduhan sampeyan maut juga bahwa saya ikutan lomba ngadutraffik.
    Tapi sumpah deh saya paling nggak suka dengan yg namanya traffik. Makanya kalau masih ada jalanan yg bebas traffik ya saya pilih lewat situ. Dan daripada nyetir tapi lewat traffik, mendingan naik busway. Eh, nyambung nggak ya ?

    Tentu dong saya ingat banget sama sampeyan. Mana mungkin saya melupakan seorang teman baik?
    Dulu saya banyak belajar dari sempayen dan sering kirim e-mail untuk bertanya something stupid khan ?

    ugm-club masih ada. Namun sebagian besar member yg aktif dulu sudah pindah ke kampung-ugm karena suatu alasan. Sampeyan sendiri sekarang aktif di mana ? Kok ora ono kabare ? ora nduwe blog barang. Opo melu2 anti blog kayak koncone dhewe sing selebriti seko sospol ?

    Like this

  40. #52: Analogi Priyadi tentang kampung gajah kurang tepat. Orang kebut2an di kampung gajah bisa membahayakan pelapor atau orang lain karena ketubruk motor. Sementara peserta lomba ini tidak melakukan sesuatu yg ada hubungannya dengan si pelapor dan juga membahayakan orang lain, lah wong dia bikin blog pake account sendiri kok.

    Like this

  41. #57: Yup, saya setuju bahwa kita bisa menemukan sesuatu dengan menggunakan search engine.
    Namun anda tidak ingin mengatakan bahwa ini adalah justifikasi sah mengapa ngadutraffik dilarang khan ? Ini bukan TOS, hanya sebuah blog, bukan pengumuman resmi dan membuat orang wajib tahu.

    Like this

  42. #59
    yang nulis “kepala kampung” wordpress.com, wadehel yang asli (bukan ajemanis) juga komen di sana. liat deh komentar2 di sana. mungkin dapat mencerahkan
    di TOS sudah ada, hanya perlu ketelitian sahaja, mereka pake bahasa lawyer2 gitu deh.

    Like this

  43. #47: Tidak ada orang yg hijau dalam berpendapat. Kebebasan berpendapat dilindungi oleh UUD 45 kok :) Dan tidak perlu meminta maaf hanya karena punya pendapat yg berbeda.

    Saya tidak mengatakan bahwa melapor adalah salah. Saya juga tidak mengatakan saya malas mencari ribut. Dengan menulis blog yg isinya tidak disukai oleh mayoritas blogger yg pinter2 ini adalah salah satu indikasi bahwa saya tidak takut ribut.

    Saya hanya mengungkapkan keheranan saja. Mungkin kita coba analogi extrim untuk contoh ini. Anggap saya hidup di sebuah kampung ganteng, di mana katanya (ini juga baru katanya lho, nggak ada di UUD) orang jelek dilarang berada di situ.
    Pada suatu hari saya bertemu dengan orang jelek yg berada di kampung ganteng. Apakah saya salah jika lapor polisi bahwa saya ketemu orang jelek ? Well, tentu saja saya tidak salah.
    Namun saya nggak akan lapor polisi. Karena orang jelek itu toh tidak menganggu saya dan menganggu orang lain. Biarin aja polisi yg nangkep kalau memang mau nangkep.

    Like this

  44. #59 Ini bukan TOS, hanya sebuah blog, bukan pengumuman resmi dan membuat orang wajib tahu.

    Osalah. Ini sudah ada di TOS. :-P

    Like this

  45. #60: Pelajaran bagi saya (dan mungkin teman2 yg lain), harus meningkatkan pemahaman berbahasa Inggris. Nyatanya saya dan Priyadi sempat miss bahwa hal ini ada di TOS, padahal kami sudah membacanya. Tidak tertutup kemungkinan banyak juga yg bernasib seperti saya, sudah membaca TOS namun tidak teliti.

    Like this

  46. #52: Analogi Priyadi tentang kampung gajah kurang tepat. Orang kebut2an di kampung gajah bisa membahayakan pelapor atau orang lain karena ketubruk motor. Sementara peserta lomba ini tidak melakukan sesuatu yg ada hubungannya dengan si pelapor dan juga membahayakan orang lain, lah wong dia bikin blog pake account sendiri kok.

    fakta:

    1. nenda pengguna wordpress.com.
    2. peserta kontes (berdasarkan aturan kontes yang asli) disuruh buka blog baru di wordpress.com.
    3. nenda blogging dari indonesia.
    4. para peserta kontes sebagian besar dari indonesia juga.
    5. matt tidak suka wordpress.com digunakan sebagai arena kontes SEO.

    1 + 1 = 2.

    entah 1 + 1 menurut anda jawabannya berapa.

    Like this

  47. analogi ekstrim lagi ah. seandainya kita lagi jalan pake mobil, terus suatu ketika kita melewati fasilitas umum yang sedang dirusak sekelompok orang. apakah anda:

    1. diam saja?
    2. lapor ke polisi?
    3. mendekati kelompok itu dan menasehatinya supaya dia gak mengulangi lagi perbuatannya?

    anda gak kenal penghuni rumah itu. kalau diam saja juga gak akan rugi.

    kalau dari ribut2 ini, anda milih nomor 1, saya milih nomor 2. orang2 yang ribut2 di blognya calupict milih nomor 3. calupict milih nomor 2 tapi bikin pengumuman kalau dia yang melaporkan.

    Like this

  48. #66: Saya sepaham dengan ini, makanya saya tidak bersikeras menyalahkan Nenda.

    Oh ya, analoginya perlu sedikit dimodifikasi menjadi:
    “seandainya kita lagi jalan pake mobil, terus suatu ketika kita melewati fasilitas umum yang kita pikir sedang dirusak sekelompok orang”

    Faktanya kita saat ini tidak punya cukup bukti bahwa orang-orang tersebut merusak fasilitas umum. Kita hanya berpikir demikian.

    Like this

  49. #67: oh jelas. mencari bukti itu tugasnya otoritas (polisi). kita cuma melaporkan indikasi terjadinya pelanggaran. soal apakah itu benar2 pelanggaran atau bukan yang terkesan sebagai pelanggaran itu urusan polisi. kalau mau terlibat lebih dalam lagi ya bisa aja, tapi terlalu jauh untuk mengharapkan semua orang melakukannya.

    Like this

  50. #68: Sekali lagi saya setuju dengan anda.

    Btw, di tempat saya bekerja, prakteknya agak sedikit berbeda. Ini dalam contoh safety rule di tempat saya bekerja. Orang-orang di sini terbiasa untuk menanyakan pada orang yg melanggar safety rule walaupun orang yg melanggar itu tidak dikenal.

    Saya pernah melanggar aturan safety ini dan diberitahu orang yg tidak saya kenal. Saya ditanyai dengan ramah mengapa saya melanggar dan kemudian disadarkan bahwa apa yg saya lakukan ini bisa membahayakan orang lain. Orang tersebut, walaupun tidak mengenal saya, memilih untuk memberi tahu saya lebih dulu sebelum melapor ke atasan. Saya mengakui kesalahan saya dan tidak mengulanginya lagi.

    Mengapa orang tersebut bisa berpikiran demikian ? Ini disebabkan karena dia berpikir positif bahwa saya tidak melanggar rule tersebut dengan sengaja dan saya tidak sadar bahwa saya membahayakan nyawa orang lain. Andai dia berpikir negatif bahwa saya sengaja melakukan itu supaya orang lain celaka, tentu dia tak akan repot2 menyapa saya dan langsung mengambil tindakan melaporkan saya pada atasan supaya saya segera di-eksekusi.

    Saya membayangkan alangkah indahnya Indonesia ini jika orang-orangnya berpikir positif seperti orang yg pernah menegur saya yang sekarang sudah menjadi teman saya ini.
    Ah, ini khan cuma mimpi saja Mas. Tidak ada kok kewajiban orang Indonesia untuk berpikir positif.

    Like this

  51. #69: ya kalau memang semua orang bisa begitu memang bagus. tapi ada batas2an sampai dimana kita bersedia terlibat terlalu jauh, atau cukup menyerahkan semua urusan ke orang2 yang berkepentingan.

    misalnya tiap hari saya nerima ±2000 comment spam setiap harinya. bisa aja kalau emailnya valid saya kontak dan bilang kalau yang dia perbuat itu salah dst dst. tapi kebanyakan orang hanya akan melaporkan saja lewat akismet. walaupun saya yakin di antara spammer2 pasti ada yang gak sadar kalau spam itu merugikan.

    Like this

  52. #64: Saya tidak mengerti bagaimana logika berpikir anda. Bisa anda tunjukkan mana premis-premis-nya dan mana kesimpulannya ?

    apakah saya perlu berpikir negatif atau positif terhadap pertanyaan anda?

    Like this

  53. #73: Sayangnya biyen lupa tak takoni imil-nya pas ketemu nang reunian.
    Tapi aku gak berani undang dia komen di sini. Khawatir wordpress kaget melihat trafik ke halaman ini. Lah piye, selebritis khan fans-nya banyak ?

    Like this

  54. 1. The contect is not spam.

    2. does not contain unethical or unwanted commercial content designed to drive traffic to third party sites or boost the search engine rankings of third party sites.
    [...]

    Kalo menurut saya nih, TOS nomer 2 masih berhubungan dengan nomer 1, kalo link yang disampaikan misalnya sehubungan dengan informasi sebuah teknologi atau softwarelah misal, kan gpp ?

    mungkin maksud TOS nomer 2 ini menegaskan TOS 1 dan memperluas maksud dari TOS 1.

    begono… :p :p

    salam kenal :p
    met makan..

    Like this

  55. Hi All.

    Pindah diskusinya ke sini ya. Kita buka babak baru. Berdiskusi di mana Lloyd Bud atau Matt mengerti apa yang kalian semua omongin.

    Melihat pembicaraan di sini, semuanya menggunakan asumsi masing-masing. Kalau ada orang WP.com ikut bicara, paling tidak kita bisa tahu apa alasan WP.com sebenarnya. Kalau melanggar TOS, tunjukin yang mana. Kalau hanya karena mereka punya hak untuk itu, ya sudah. POKOKE (gak iso le nulis TM) kita tahu pasti jawaban mereka. Bukan seperti yang dijelaskan per email ke seseorang melainkan seperti yang ditulis oleh mereka secara terbuka. Itu pun kalau WP.com mau melakukannya.

    Pokoke Kang Kombor nggambleh terusss…. Kapan lagi blog Sampeyan dijawabi langsung sama orang WP.com. Iya nggak?

    Like this

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s